• Home
  • Abatasa
WARNA WARNI PELANGI HATI
  • Profile

    • Aryanto Abdul Latif
      Aryanto Abdul Latif
      Dari namanya mungkin orang mengira saya dari Jawa, tapi bukan, saya dilahirkan di Ende, NTT. masa kecil dilalui di Ende, kelas 1 SMP hijrah ke Jakarta mengikuti kakak, dan melanjutkan kuliah program S1 di salah satu universitas swasta di kota Malang.....Nggak ada yang istimewa dari saya.... saya hanyalah hamba Allah yang biasa-biasa saja :) tapi Insya Allah saya akan selalu berusaha menjadi orang yang berguna. Do’akan...
  • Categories

    • Puisi (8)
    • Tulisan (6)
    • Uncategories (1)
  • Tag

  • Archives

    • May 2010
    • March 2010
    • February 2010
    • January 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • October 2009
  • Links

  • Statistik

      Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 12155 kali
Mei 03

Kekasih Allah

Puisi 4 Comment »

Dikala itu…..

Dunia dalam kegelapan yang sangat pekat

Moral Khalifah Bumi terlempar jauh dari jalanNya

Tersirat pada tingkah, terlupakan akan sang Penguasa Alam

Tergambar akan keburukan dan kerusakan yang tertimbulkan.

 

Sebab itu….

Terutusnya insan pembawa rahmatNya

Terlahir ke dunia, dengan akhlak mulia

Jadi utusan sang pencipta alam semesta

Pembawa Rahmatan Lil’alamin

Dialah Nabi Muhammad Saw, Rasullullah

Seorang Kekasih Allah, Insan Pilihan

 

Tutur katanya

Sikapnya

Perbuatannya

Cerminan dari Alqur’an

Petunjuk dalam menampaki  kehidupan

Tauladan bagi segenap Insan

 

Jika…

Ingin menggapai terangnya hidup, contohilah dia

Jika .....

hendak terselimuti oleh kebaikan, ikutilah dia

Jika …

Mau terselematkan, jadilah Ummatnya  yang terbaik

 

Dengan begitu…

Rahmatan Lil’alamin selalu menyertai dalam hidup ini.


 

(read more ...)


Mar 18

Allah, Sumber Cinta Dan Bahagia

Tulisan 0 Comment »

Ada pepatah mengatakan: “jangan bertepuk sebelah tangan”, sebab bertepuk sebelah tangan tidak akan menghasilkan bunyi tepukan. Sebuah pepatah yang menggambarkan cinta yang tiada berbalas. Mencintai,  tidak dicintai.

Pepatah itu hanya berlaku untuk cinta antara sesama manusia. Tidak akan pernah berlaku untuk seorang hamba dengan tuhanNya. Allah adalah Dzat yang Maha Mencintai. Sumber segala Cinta, yang tiada pernah memudar. Yang terus mencintai meskipun tidak dicintai oleh sebagian hamba-hambaNya. Yang cintaNya mengalir deras, tanpa ada yang bisa mengukurNya.

Karena CintaNya itulah alam semesta ini ada. Karena CintaNya itu pula alam semesta tertata dan terpelihara begitu rapinya. Karena Cinta itu pula manusia tercipta. Dan karena Cinta itu pula segalanya bakal kembali kepadaNya.

Cinta hanya bisa disambut dengan cinta. Barulah tercipta kebahagiaan. Jika cinta hanya bertepuk sebelah tangan, ia menjadi tidak ada gunanya bagi kebersamaan. Sang pemberi cinta tetap berbahagia, karena cinta memang tidak harus memilki. Tetapi sayang, orang yang dicintai tidak menyadari. Maka, sebuah kebahagiaan tak terkira dalam kebersamaan, terlewatkan begitu saja.

Kebahagiaan cinta, sesungguhnya bukan dirasakan oleh orang yang dicintai, melainkan oleh orang yang mencintai. Jadi, berbahagialah orang yang mencintai dan rugi besarlah orang yang tidak bisa mencintai.

Karena itu, kebahagiaan selalu bersama Allah sebab Dia adalah sumber Segala Cinta. Dia adalah Sumber Kebahagiaan. Begitulah, Sumber Cinta-dengan sendirinya-adalah Sumber Kebahagiaan.

Maka, kalau kita ingin berbahagia, “bercintalah” dengan sumber cinta dan kebahagiaan itu. Bukan sekedar ingin dicintai, atau menuntut untuk dicintai, melainkan justru mencintaiNya. Mencinta adalah jalan menuju kebahagiaan. Semakin cinta anda kepada Allah, semakin bahagialah Anda!

Dikutip dari buku “Bersatu dengan Allah” penulis Agus Mustofa

(read more ...)
Feb 25

Do’a Dan Harapan

Puisi 0 Comment »

Ya Rabb ...
Tersungkur sujud di hadapan KemahabesaranMU
Terucap syukur dari ketulusan hati atas karuniaMu
Terpatri anugerah cintaMu dalam ruang qalbu
Tertanam rindu kepadaMu dalam taman hati

Ya Rabb ...
Telah terpautnya dua hati dalam ikatan keridhaanMu
Telah terucap janji pengikat cinta, penguat cinta kepadaMu
Telah terlepas tali bahtera, berlayar menuju samudera kehidupan baru
Telah terpampang gerbang jalan menuju JannahMu, Izinkanlah memasukinya

Ya Rabb ...
Jika langkah mengundang kemurkaanMu, ampuni dan maafkan
Jika laju bahtera menuju pelabuhan berdosa, arahkan ke jalan yang benar
Jika cinta kasih ini terhantam guncangan badai, jinakkanlah
Jika perjalanan terliput kegelapan, terangi dengan NurMu

Ya Rabb ...
Tergores dalam hati satu keinginan "MENGHARAP RIDHAMU"
Agar tali pengikat ini tetap terkait pada dermaga cintaMu
Supaya bahtera tetap dalam samudera RahmatMu
Semoga Cinta kasih ini tetap berada di bawah cinta kepadaMu

Amin Ya Rabbal ’Alamin

Jakarta, Desember 2006

(read more ...)
Jan 30

Kehausan Akan Ilmu

Puisi 0 Comment »

 

Langkah demi langkah terkayuh sudah
Mencari jawaban yang tersembunyi di bawah kemahatahuanNya
Jawaban tentang pertanyaan
Apakah lenyap kehausan akan Ilmu?

Semakin jauh mencari jawabannya
Semakin terasa tak keberdayaan menahannya
Semakin terasa kebodohan diri
Semakin terasa kekerdilan diri

Dan ternyata…
Sungguh, kehausan akan ilmu takkan hilang
Sungguh, kita tertunduk di bawah kemahabesaranNya
Sungguh, terasa kekerdilan di hadapanNya
Sungguh, terasa kebodohan di bawah kemahatahuanNya

Malang, Juli 2000

Sebuah Goresan di Akhir Masa Kuliah Program S1

 

 

(read more ...)
Des 22

Kebimbangan

Puisi 0 Comment »

 

 

Kehidupan ini laksana sebuah pilihan, yang ini ataukah yang itu?
Dunia ini seakan sebuah teka teki, tersimpan satu misteri Ilahi
Pilihan langkah mengundang benar atau salah arah tempuhan hidup
Pilihan sebuah lakon menentukan baik atau buruk akhir perjalanan ini

Disaat ini seakan ...
Di depan terpampang dua rute jalan kebaikan
Disuguhi skenario dua tokoh baik yang harus dilakoni
Dari kedalaman hati terungkap sebuah kebimbangan
Rute jalan kebaikan yang manakah yang akan ditempuh?
Tokoh baik yang manakah yang harus dilokani?
Dikala kebimbangan mengiringi langkah
Dikala keraguan bersemayam di setiap detakan jantung
Haruskah terdiam? Hasrat dan keinginan mengingkari itu
Haruskah berhenti melangkah? Impian dan harapan menolak itu

Wahai diriku …
Pilihlah rute jalan kebaikan yang harus ditempuh, walaupun berat
Perankan lakon tokoh baik yang harus dilakoni, walaupun sulit
Sempurnakan dengan shalat Istikharah agar mendapat petunjukNya
Iringilah dengan rintihan do’a kepadaNya agar tidak salah

Ya Rabb ...
Dikala kebimbangan terus mengiringi langkah, berikanlah petunjukMu
Agar kudapat menentukan rute jalan kebaikan yang ditempuh
Sehingga arah tempuhan hidup tetap di jalanMu

Ya Rabb …
Dikala keraguan terus bersemayam di setiap detakan jantung, temanilah diriku
Agar dapat kuperankan lakon tokoh baik yang Engkau mau
Sehingga menjadi kebaikan di akhir perjalanan hidup ini

Ya Rabb …
Engkau tahu yang terbaik untuk hamba-hambaMu
Terangi hati dengan nurMu, agar selalu terpaut kepadaMu
Bimbinglah tangan, agar meraih yang benar
Ajaklah kaki, agar melangkah di jalanMu
Sehingga apa yang kupilih, yang terbaik untukku menurutMu

Amin ya Rabbal Alamin

 

 

 

(read more ...)
.::. Designed by SiteGround Web Hosting

cssandhtml